Kamis, 13 Juni 2013

Gya



Malam merayap, dingin menusuk badan. Namun ada apa dengan gya, berdiri di teras rumah, memandangi langit yang bertebaran bintang, melamun. Seolah tak merasakan kedinginan yang menusuk tulang. Ada yang bergejolak dalam hatinya, semacam ungkapan yang ingin diluapkan, bukan terhadap langit dan bintang atau suara binatang-binatang malam yang bersahutan. Tapi, pada seseorang yang ada dalam hati dan pikirannya.
Siapa dia dan dimana ? hanya gya yang tahu. Bahkan teman terdekatnya pun, tak mampu mengungkap rahasia dibalik diamnya gya selama 2 bulan terakhir ini.
Cinta. Apakah gya jatuh cinta ? lalu pada siapa ?. Dan jawaban itu tak kunjung keluar dari mulut manis gya, semuanya tersimpan dan tertutup rapat. Hanya senyum kegetiran yang menjadi jawaban, saat ami teman karibnya selama ini bertanya tentang masalah yang sedang gya hadapi sekarang.
“Ayolah gya, ngomong. Siapa tau aku bisa bantu ?” Ami memecah kesunyian dan lamunan gya.
“Gak ada apa-apa koq mi.” jawab gya pendek.
Ami tak lantas percaya, persahabatannya selama 2 tahun ini telah banyak memahami sikap gya, sahabatnya itu, ini bukan kebiasaan gya yang selama ini terbuka dan selalu ceria, sekarang begitu tertutup dan banyak melamun.
“ Aku harus cari tau sendiri, tapi bukan dengan bertanya kepada gya.” Ungkap hati Ami.
“Ya sudah gya kalau kamu gak mau cerita, aku takan memaksa.” Ami mengakhiri pembicaran sambil berlalu dari hadapan gya yang masih termenung memandangi langit sambil sesekali menghela napas panjang.

                                                                    Bersambung…to be continued…………….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar