Malam merayap, dingin menusuk badan.
Namun ada apa dengan gya, berdiri di teras rumah, memandangi langit yang
bertebaran bintang, melamun. Seolah tak merasakan kedinginan yang menusuk
tulang. Ada yang bergejolak dalam hatinya, semacam ungkapan yang ingin
diluapkan, bukan terhadap langit dan bintang atau suara binatang-binatang malam
yang bersahutan. Tapi, pada seseorang yang ada dalam hati dan pikirannya.
Siapa dia dan dimana ? hanya gya yang
tahu. Bahkan teman terdekatnya pun, tak mampu mengungkap rahasia dibalik
diamnya gya selama 2 bulan terakhir ini.
Cinta. Apakah gya jatuh cinta ? lalu
pada siapa ?. Dan jawaban itu tak kunjung keluar dari mulut manis gya, semuanya
tersimpan dan tertutup rapat. Hanya senyum kegetiran yang menjadi jawaban, saat
ami teman karibnya selama ini bertanya tentang masalah yang sedang gya hadapi
sekarang.
“Ayolah gya, ngomong. Siapa tau aku
bisa bantu ?” Ami memecah kesunyian dan lamunan gya.
“Gak ada apa-apa koq mi.” jawab gya
pendek.
Ami tak lantas percaya,
persahabatannya selama 2 tahun ini telah banyak memahami sikap gya, sahabatnya
itu, ini bukan kebiasaan gya yang selama ini terbuka dan selalu ceria, sekarang
begitu tertutup dan banyak melamun.
“ Aku harus cari tau sendiri, tapi
bukan dengan bertanya kepada gya.” Ungkap hati Ami.
“Ya sudah gya kalau kamu gak mau
cerita, aku takan memaksa.” Ami mengakhiri pembicaran sambil berlalu dari
hadapan gya yang masih termenung memandangi langit sambil sesekali menghela
napas panjang.
Bersambung…to be continued…………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar